KKN-T Unira Malang telah mengadakan program kerja berupa pengolahan ikan lele menjadi berbagai olahan yang renyah dan gurih bersama warga Dusun Sembon Kulon UNIRA MALANG, telah menyelenggarakan program KKN-T yang bertempat di dusun Sembon Kulon. Kelompok mahasiswa KKN-T UNIRA yang ditugaskan di dusun ini, telah mengadakan sosialisasi dengan perangkat dusun sekaligus turut mengundang Bapak Kades beserta Ibu Kades Ngajum, ketua RW, RT, Ibu-ibu PKK, dan para pemuda karang taruna. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan program kerja “pengolahan lele menjadi nugget, iteng/basreng, kerupuk, dan lain-lain”. Minggu (27/01/22). Karena ikan lele tidak hanya dijadikan olahan makanan biasa, melainkan bisa diolah menjadi produk lainnya, sebagaimana yang telah disebutkan. Maka terobosan ini, perlu dilaksanakan serta dikembangkan dengan adanya sosialisasi ke warga. Sehingga bisa berguna dan dapat menjadi sumbangsih dalam perkem...
KOLABORASI KKN-T KELOMPOK 2 UNIRA MALANG DENGAN PKH, dan PKK DUSUN SEMBON DALAM BUDIDAYA PENGOLAHAN JAHE dan KENCUR INSTAN Mahasiswa KKN-T UNIRA Malang, bersosialisasi budidaya pengolahan dari bahan jahe dan kencur kepada masyarakat Dusun Sembon. Mahasiswa UNIRA Malang membantu untuk mengembangkan usaha masyarakat Dusun Sembon berupa pengolahan jahe dan kencur yang bermanfaat di masa Pandemi Covid-19. Melalui program KKN-T Kelompok 2 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Mahasiswa berkolaborasi dengan PKH (program keluarga harapan) setempat. Kolaborasi tersebut dapat membantu mengembangkan usaha dari bahan dasar jahe dan kencur menjadi olahan instan. Program ini dilaksanakan untuk membantu meningkatkan UMKM masyarakat di Dusun Sembon Kulon. Jahe dan kencur merupakan jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku pengobatan tradisional. Jahe dan...
TANTANGAN PENYULUH 2022: PENYULUH ITU BUKAN GURU NGAJI, BUKAN PULA MUBALLIGH MAUPUN USTADZ (Catatan Obsesi 87: Obrolan Seputar Penyuluh Agama Islam, oleh Bapak Amirullah (Bang Amir Amir) Subdit Penyuluh Agama Islam 1. Isu hangat terkini adalah soal penaikan Honor Penyuluh. Itu menyerap uang Negara yang tidak sedikit. Pertambahan honor penyuluh kelak mutlak harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas penyuluh. Baik gaungnya di sektor offline terlebih lagi di sektor online, yang sangat diharap bisa menyesuaikan, karena era disrupsi kini telah tiba. 2. Lebih lanjut Bang Amir mengatakan: "Dalam berbagai survei-survei sederhana yang kami lakukan di lapangan, aksi penyuluh secara signifikan belum nampak sesuai yang diharapkan. Bahkan pada umumnya, masih banyak penyuluh yang menyembunyikan identitasnya sebagai penyuluh. Mereka tidak nyaman bila diketahui sebagai penyuluh. Lebih nyaman dengan ustadznya, gurunya, ngajarnya, dan lain-lain. Kami sedang berikhtiar unt...
Komentar
Posting Komentar